
RoHS adalah singkatan dari Restriction of Hazardous Substances.
RoHS adalah standar/regulasi internasional (awalnya dari Uni Eropa) yang membatasi penggunaan bahan kimia berbahaya pada produk listrik dan elektronik.
Bahan berbahaya yang dibatasi antara lain:
- Timbal (Pb)
- Merkuri (Hg)
- Kadmium (Cd)
- Kromium heksavalen (Cr⁶⁺)
- PBB (Polybrominated Biphenyls)
- PBDE (Polybrominated Diphenyl Ethers)
(versi terbaru menambah beberapa jenis phthalates)
Gunanya RoHS
- Melindungi kesehatan manusia
Mengurangi paparan zat beracun yang bisa menyebabkan kerusakan saraf, kanker, gangguan hormon, dll. - Ramah lingkungan
Mengurangi pencemaran tanah dan air dari limbah elektronik (e-waste). - Standar keamanan produk
Menjamin produk lebih aman saat digunakan, diperbaiki, dan didaur ulang. - Syarat masuk pasar internasional
Produk tanpa RoHS bisa ditolak di Uni Eropa dan banyak negara lain.
Contoh produk yang biasanya RoHS
- Perangkat CCTV & security system
- Komputer, laptop, printer
- HP & charger
- Lampu LED
- Power supply & adaptor
- Peralatan jaringan (switch, router)
Apa arti “RoHS Compliant”?
Artinya:

Produk tersebut memenuhi standar RoHS dan kadar bahan berbahayanya berada di bawah batas maksimum yang diizinkan.
Pentingkah RoHS untuk bisnis?
Sangat penting, terutama jika:
- Produk elektronik
- Target proyek, instansi, sekolah, atau korporat
- Ingin ekspor atau ikut tender
Untuk bisnis IT & security system seperti CCTV, label RoHS bisa menjadi:
- Mengurangi risiko komplain & audit
- Nilai jual tambahan
- Bukti profesional & standar internasional

